Perbedaan PT dan CV, Ternyata Signifikan !

Di Indonesia, bentuk badan usaha yang paling populer adalah PT dan CV. Dua bentuk badan usaha inilah yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia.


Baik PT maupun CV, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan jika Anda adalah salah seorang pebisnis yang hendak membentuk badan usaha, maka penting untuk mengetahui detail keunggulan dan kekurangan badan berbentuk PT atau CV.

Ketentuan Badan Usaha dan Dasar Hukum

Bentuk dan Dasar Hukum

Badan usaha berbentuk PT, paling banyak digunakan di Indonesia. Dari mulai usaha skala kecil, sedang hingga besar. Tentang PT, pemerintah mengaturnya lewat UU No. 40 tahun 2017. Sedangkan CV rata-rata dipakai oleh usaha tingkat UKM dan tidak ada payung landasan hukumnya.

Syarat Pendiri PT dan CV

Baik CV maupun PT, syarat pendirian minimal 2 orang. Hanya saja untuk CV, pendiri harus asli orang Indonesia (WNI). Namun untuk PT,  demi penamaman modal asing, WNA diperbolehkan jadi pendiri.

Nama Perusahaan

Pasal 16 UU No. 40 Tahun 2007 menyatakan bahwa, nama perusahaan dengan badan hukum berbentuk PT, harus menyebut nama PT di depannya. Contoh : PT. Maju Sendiri.

Nama PT yang sudah didaftarkan oleh suatu perusahaan, tidak boleh digunakan lagi oleh perusahaan yang lain. Jadi nama PT tidak ada yang sama.

Untuk CV, nama satu perusahaan dengan yang lain bisa saja mirip bahkan sama. Karena nama CV tidak diatur dalam perundangan.

Modal Usaha PT dan CV

UU No. 40 Tahun 2007 menyatakan bahwa modal dasar pendirian PT sebesar Rp.50 Juta. Dan modal sebesar 25% harus sudah disetor pada pemegang saham.
Untuk CV tidak ada ketentuan minimal dana sebagai modal dasar. Dalam CV juga tidak ada sistem pemegang saham.

Kegiatan Usaha PT dan CV

PT bisa melakukan semua kegiatan usaha sesuai maksud pendiriannya. PT non-fasilitas bisa melakukan semua kegiatan usaha seperti usaha kontraktor, tambang, perdagangan, produksi makanan. PT usaha khusus bisa melakukan kegiatan usaha  seperti pariwisata, usaha perfilm-an, usaha ekspedisi laut darat maupun udara, usaha bongkar muat.

Jenis kegiatan usaha CV terbatas, hanya bisa melakukan kegiatan usaha tertentu saja seperti usaha dagang, percetakan, perbengkelan, pertanian.

Proses Pendirian PT dan CV Plus Struktur Organisasinya

Pendirian PT memerlukan proses yang lebih panjang dan lebih lama. Karena harus mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham RI. Sedangkan pendirian CV relatif lebih mudah, tidak perlu pengesahan dari Kemenkumham. Dengan proses yang lebih mudah, maka wajar jika biaya pendirian CV lebih murah.

Organisasi PT terdiri minimal dua pengurus, yaitu Direksi dan Komisaris. Sedangkan CV minimal terdiri dari persero aktif dan persero pasif.

Melihat perbedaan syarat, ketentuan, luas sempitnya kegiatan usaha dan sederet perbedaan aturan di atas, maka sebagai pemilik usaha yang ingin membuat badan hukum harus tahu dan bisa memutuskan badan hukum apa yang cocok digunakan untuk usahanya tersebut.
LihatTutupKomentar